SEJARAH KOPERASI

27 Dec

Sejarah Koperasi

Gerakan koprasi di dunia, Digagas oleh Robert Owen (thn 1771 – 1858) yang menerapkan pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, skotlandia. Gerakan koperasi ini di kembangkan lebih lanjut oleh Wiliam King (1786-1865) dengan mendirikan toko koperasi di brighton, Inggris pada 1 Mei 1828, king menerbitkan publikasi bulanan bernama The cooperator, yang berisikan berbagai gagasan dan saran – saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. Koperasi akhirnya berkembang di Negara – Negara lainnya. di awali Negara Inggris pada abad ke 18 pertengahan dan awal abad 19. “KOPERASI PRAINDUSTRIAN” menjadi sebutan yang sering di sebut untuk lembaga. Munculnya Revolusi Indistri dan munculnya sebuah Ideologi yang kemudian begitu menguasai system perekonomian dunia pada abad yang sama dan dikenal dengan sebutan Kapitalisme. Kapitalisme mendapatkan perlawanan dengan hadirnya Sosialisme yang menjadi 2 kekutan besar.

Berawal dari buruh dari berbagai Negara Eropa yang merasakan penderitaan yang juga rasakan oleh para pendiri Koprasi Konsumsi di Rochdale Inggris pada tahun 1844. Awalnya koprasi ini hanya melayani kebutuhan konsumsi menggunakan asas Rochdale para pelopor Koperasi Rochdale mulai memperbesar dari hanya took kecil menjadi Usaha Pabrik yang menyediakan perumahan bagi anggotanya dan juga adanya pendidikan bagi anggota & pengurus koprasi.
Koperasi di Inggris didirikan oleh Charles Foirer, Raffeinsen & Schulze Delitch .Tahun 1852 berdiri sekita 100 Koperasi konsumsi di Inggris. Koprasi – koprasi ini umumnya didirikan oleh konsumen. Tahun 1862 untuk memperkuatgerakan koprasi , koperasi – koperasi konsumsi di Inggris menyatukan diri menjadi pusat Koprasi Pembelian Tahun 1945 dengan nama C.W.S. (The Cooperative Whole – sale Society) memiliki 200 buah pabrik dan tempat usaha dengan 9.000 pekerja, perputaran Modal 5.000.000 poundsterling. Tahun 1950 Jumlah Anggota koprasi yang tersebar di wilayah Inggris lebih dari 50.000.000 orang penduduk Inggris.

Koprasi juga berkembang di Negara – Negara lain. Masa Revolusi Perancis dan perkembangan industry berakibat kemiskainan dan penderitaan yang di rasakan rakyat Perancis. Charles Forier, Louis Blanc ,dan Ferdinand Lasalle yang menyadari perlunya perbaikan yang mendorong rakyat dan pengusaha kecil di Perancis (Federation Nationale Dess Cooperative De Consommation ),Koprasi yang bergabung 476buah dan jumlah anggotanya 3.460.000 orang dan took yang dimiliki 9.900 buah dengan perputaran modal sebesar 3.600 Milyar Franc/Tahun.

Di jerman juga berkembang koperasi menggunakan prinsip- prinsip yang sama dengan koperasi buatan Inggris. Tahun 1808-1883 Di Jerman Oleh Herman Schultz – Delitsch yang pertama kali mendirikan Koprasi, Konsep badi prakarsa dan perkembangan terhadap Koprasi – Koprasi kredit pertokoan ,Koprasi pengadaan sarana produksi bagi pengerajin ,dan kelompok lain – lain. Pedomn kerja Koprasi Simpan Pinjam Schulze adalah :
1. Modal kerja berasal dari Uang Simpanan yang di kumpulkan dari anggota – anggota.
2. Perkotaan sebagai wilayah kerjanya.
3. Upah di berikan kepada pungurus koprasi .
4. Jangka Pendek untuk sifat peminjamannya.
5. Bunga Pinjaman di manfaatkan untuk keuntungan yang di bagi kepada para anggotanya.

Tahun 1818-1888 Friedrich Wilhelm Raiffeissen kepala desa di Flemmerfeld, Weyerbush di Jerman. Raiffeissen memberikan saran untuk para petani untuk bergabung bersatu dalam kelompok simpan – pinjam membentuk koprasi kredit berdasarkan solidaritas dan tanggungan tidak terbatas yang di pikul oleh para anggota. Para anggota juga akan di bombing dengan Prinsip – Prinsip menolong ,mengelola dan mengawasi diri sendiri.

Sejarah Koperasi di Indonesia

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadiBank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padipada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.

Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

sumber:
http://filzarachmatina.blogspot.com/2012/11/sejarah-koperasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: